BANDA- Menteri Kelautan dan Perikanan (Menperik) RI Fadel Muhammad menyambut kedatangan peserta Yacht Race Sail Banda 2010 di Banda Neira, Maluku Tengah (Malteng), Rabu (28/7). Ikut memberikan sambutan, Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dan Bupati Malteng Abdullah Tuasikal. Anggota DPD RI Mirati Dewaningsih turut hadir menyampaikan ucapan selamat datang.
Reli perahu layar Darwin – Banda – Ambon dilepas oleh Menperik, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono dan Gubernur Maluku di Pelabuhan Darwin Australia pada Sabtu (24/7) pekan lalu. Namun dalam pelayaran dari Darwin ke Pulau Banda, baru 21 perahu layar yang tiba di Banda akibat kondisi laut yang kurang mendukung. Sisanya diprediksi tiba hari ini.
Tim medis USNS Mercy Amerika Serikat selain melaksanakan bakti sosial kesehatan di Waihong Ambon, juga di Pelauw Pulau Haruku mulai pagi hingga siang hari, melakukan embarkasi peralatan medis dan obat-obatan menggunakan pesawat hely. Pelayanan kesehatan yang dilaksanakan, pada tanggal 27 Juli 2010 tercatat 465 pasien, sedangkan pada tanggal 28 Juli 2010 tercatat 527 pasien.
Read more: Kegiatan bakti sosial kesehatan di Pelauw Pulau Haruku dan Piru Seram
Setelah serangkaian acara wellcome ceremony yang diisi dengan berbagai kegiatan antara lain, tari-tarian, makan patita sampai lomba perahu belang, pada Rabu lalu, Pulau Banda masih terus dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan penting lainnya dalam rangka Sail Banda 2010. Untuk diketahui, hari ini, Kamis (29/7), pukul 10.00-16.00 WIT, akan dilakukan kegiatan Tour Wisata Bahari, Wisata Argo, Wisata Kuliner dan Wisata Belanja yang mengambil lokasi di Banda Neira, Banda Besar, Perkebunan Pala, Gunung Api Banda, Pulau Run, Pulau Ai dan Pulau Pisang. Kemudian, pukul 19.00-21.00 WIT, akan ada pagelaran seni budaya bertajuk “Nostalgia Banda Abad 17 yang nantinya dipusatkan di Benteng Belgica.
Setelah selesai acara di Pulau Banda, pada Jumat (30/7), pukul 10.00 WIT, semua partisipan Yacht Rally dan Race akan berangkat menuju Ambon dan akan tiba pada Sabtu (31/7), di PPN Tantui. Dalam serangkaian kegiatan di Pulau Banda, Menteri Perikanan dan Kelautan RI, Fadel Muhammad menitip lima pesan untuk Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Maluku Tengah dan terkhusus masyarakat Banda. Pertama, harus tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar pulau-pulau yang ada tetap terjaga demi masa depan anak cucu. Dua, diupayakan untuk membangun infrastruktur dan pengembangan potensi-potensi perekonomian. Fadel menegaskan, Pemerintah Daerah harus mempermudah ijin dan penyediaan fasilitas. Tiga, membangun Banda agar lebih baik lagi, sehingga ada nilai tambah, baik untuk masyarakat khususnya nelayan maupun bagi para wisatawan yang berkunjung ke Banda. ”Saya akan berikan sertifikat gratis untuk nelayan,” janji Fadel. Empat, pembangunan karakter tiap-tiap pulau agar keunikannya tetap terjaga dengan baik. Lima, menjaga perangkat hukum agar kepulauan Maluku khususnya di Banda tetap terpelihara dan dapat ditata. Menurut Fadel, Banda mempunyai segudang situs sejarah yang penting bagi Bangsa Indonesia. Pasalnya, Banda sudah terkenal di seantero dunia jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. “Untuk itu, kita harus memiliki pemikiran yang baru dalam arti paradigma lama dengan pengebangan daerah secara kontinental, kita rubah dengan paradigma baru, yaitu pengembangan berbasis kemaritiman,” ungkap mantan Gubernur Gorontalo ini. “Dengan begitu maka pembangunan akan merata, tak hanya di Indonesia Barat, tetapi juga di Indonesia Timur,” tambahnya.
Sementara Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu berharap agar para peserta Yacht Rally dan Race maupun wisatawan yang berkunjung ke Banda, dapat merasakan dan menikmati keindahan Maluku di Pulau Banda. “Banda terkenal dengan kekayaan alamnya, terutama pala serta lautnya yang indah dengan berbagai aneka ikan,” kata Ralahalu. Selain itu, dia juga mengingatkan masyarakat bahwa Maluku khususunya Ambon adalah sister city dengan Darwin, sehingga selama ini dari tahun ke tahun selalu digelar perlombaan perahu layar Darwin-Ambon. Bagi dia, ini sebagai bagian untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan kedua negara dalam rangka perdamaian dunia. “Sister city ini penting sebagai wujud perdamaian internasional,” ujar Gubernur.
Bupati Mateng, Abdullah Tuasikal pun tak kalah untuk memuji pesona dan panorama alam dan laut di Pulau Banda. “Potensi ini hendaknya dapat dijadikan tujuan wisata, baik untuk wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara,” kata Tuasikal. Lebih daripada itu, Tuasikal berharap agar Sail Banda 2010 di Maluku ini dapat meningkatkan perekonomian di Daerah Maluku dimana salah satunya Banda dapat dijadikan pilihan destenasi dunia.
(Melky Soplanit)
More Articles...
Testimonial
Sail banda 2010 ini kan menjadi sebuah event yang sangat mewah di provinsi seribu pulau ini, dan dapat menjadi wahana promosi pada dunia parawisata yang ada di maluku sehingga dapat dikenal luas di dunia Internasional. Sukses selalu bagi pantia penyelenggara sail banda
Exshal Anggara
Masyarakat Kota Ambon
Supported By

Maskot Sailbanda



