image image image image image image image image image
Gugusan kepulauan Lucipara memiliki tujuh pulau tak berpenghuni, selain dilingkari pasir putih untuk habitat penyu bertelur, juga terdapat panorama bawah laut yang menakjubkan karena keindahan warna-warni koral (bunga karang).
Kondisinya masih sangat asri dan belum tersentuh kegiatan pembangunan sehingga sangat cocok untuk wisata selam (diving), mancing, mandi sinar matahari atau wisata berpetualang.

Kepulauan Banda terdiri dari sepuluh pulau vulkanis yang tersebar di Laut Banda, ±140 km sebelah selatan Pulau Seram dan 2.000 km sebelah timur Pulau Jawa. Kepulauan seluas 180 km² ini termasuk dalam wilayah Provinsi Maluku. Kota terbesarnya, Bandanaira, terletak di pulau dengan nama yang sama. Sekitar 15.000 jiwa tinggal di kepulauan ini. Hingga pertengahan abad ke-19, Kepulauan Banda merupakan satu-satunya sumber rempah-rempah pala. Kepulauan ini populer bagi penggemar selam scuba dan snorkeling.
Sala satu icon bahari Indonesia adalah perahu Phinisi, perahu yang legendaris. Kisah tentang perahu Phinisi dari Tanah Beru dan para pelaut dari Bira, Kabupaten Bulukumba, yang mengemudikannya, kini sudah bukan cerita asing lagi. Namun tak banyak yang mengetahui kehebatan para pelaut dari ujung selatan Sulawesi ini dibangun dari tradisi panjang. Budaya itu didasarkan pada mitos tentang penciptaan perahu pertama oleh nenek moyang mereka.
Sail Banda 2010 akan mengambil tema utama “ Small Island For Our Future “ artinya pulau-pulau kecil unutk masa depan kita. Tema ini diambil karena Maluku sebagai lokasi kegiatan ini merupakan provinsi yang srtuktur geografisnya didominasi oleh pulau-pulau kecil. Sekaligus sebgai wilayah yang sangat terncam dengan isu perubahan iklim maka sangat relevan kalau diskusi difokuskan pada dampak perubahan ilkim pada pulau-pulau kecil. Suatu agenda yang menarik untuk dipahami oleh Forum Provinsi Kepulauan.
Sail Banda 2010 akan mengambil tema utama “ Small Island For Our Future “ artinya pulau-pulau kecil unutk masa depan kita. Tema ini diambil karena Maluku sebagai lokasi kegiatan ini merupakan provinsi yang srtuktur geografisnya didominasi oleh pulau-pulau kecil. Sekaligus sebgai wilayah yang sangat terncam dengan isu perubahan iklim maka sangat relevan kalau diskusi difokuskan pada dampak perubahan ilkim pada pulau-pulau kecil. Suatu agenda yang menarik untuk dipahami oleh Forum Provinsi Kepulauan.
Sail Banda merupakan event  tahunan. Sekarang diselenggarakan sudah tahun kesepuluh yang berangkat dari Darwin pada pertengahan Juli dan diikuti dengan program tiga bulan kegiatan terkait di seluruh Indonesia. Tahun ini peristiwa ini dikelola bersama oleh Sail Indonesia, Sail Banda, Angkatan Angkatan Laut Indonesia, The Indonesia Marine Yayasan Yayasan Cinta Bahari dan The Indonesia Sailing Federation. Acara ini juga didukung oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah . Tahun ini Pemerintah Provinsi Maluku mendapat suatu kehormatan sebagai tuan rumah dari peristiwa ini yang akan terkonsentrasi di Pulau Ambon, Kepulauan Banda, dan Kisar.

    Pulau Kisar akan menjadi salah satu tempat penyelenggaraan sail banda. Pulau terluar Indonesia ini yang terletak di Selat Wetar dan berbatasan dengan negara Timor Leste. Pulau Kisar ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah kabupaten Maluku Tenggara Barat, provinsi Maluku. Pulau ini berada di sebelah timur laut dari pulau Timor dengan koordinat 8° 6′ 10″ LS, 127° 8′ 36″ BT.

Kepulauan Banda terdiri dari sepuluh pulau vulkanis yang tersebar di Laut Banda, ±140 km sebelah selatan Pulau Seram dan 2.000 km sebelah timur Pulau Jawa. Kepulauan seluas 180 km² ini termasuk dalam wilayah Provinsi Maluku. Kota terbesarnya, Bandanaira, terletak di pulau dengan nama yang sama. Sekitar 15.000 jiwa tinggal di kepulauan ini. Hingga pertengahan abad ke-19, Kepulauan Banda merupakan satu-satunya sumber rempah-rempah pala. Kepulauan ini populer bagi penggemar selam scuba dan snorkeling.
Sail Banda 2010 akan mengambil tema utama “ Small Island For Our Future “ artinya pulau-pulau kecil unutk masa depan kita. Tema ini diambil karena Maluku sebagai lokasi kegiatan ini merupakan provinsi yang srtuktur geografisnya didominasi oleh pulau-pulau kecil. Sekaligus sebgai wilayah yang sangat terncam dengan isu perubahan iklim maka sangat relevan kalau diskusi difokuskan pada dampak perubahan ilkim pada pulau-pulau kecil. Suatu agenda yang menarik untuk dipahami oleh Forum Provinsi Kepulauan.

Kisar Direbut, Merah Putih Berkibar di Perbatasan

KISAR- Sebanyak tiga regu pasukan Marinir RI, Selasa (17.8) sekitar pukul 10.30 WIT,  menyusup ke Pulau Kisar dan berhasil merebut pulau terluar Maluku itu dari tangan musuh. Dengan menggunakan perahu karet, pasukan marinir menyusup ke jantung pertahanan musuh dan menancapkan bendera merah putih. Ribuan warga perbatasan menyambut kehadiran pasukan marinir dengan suka cita.

Drama perebutan dan penancapan bendera merah putih di salah satu pulau terluar Maluku itu disaksikan Gubernur Maluku Karel  Albert Ralahalu, Pangdam XVI Pattimura Mayjen (TNI) Sy. Hatta, Kapolda Maluku Brigjen Polisi Totoy Herawan Indra, Danlatamal VIII Laksamana I Amri Husaini dan muspida. Ribuan warga perbatasan berdiri di bukit dan pesisir pantai menyambut kedatangan pasukan TNI ini dengan antusias.Dalam aksinya, pasukan marinir dibekali dengan senjata organik.

Read more: Kisar Direbut, Merah Putih Berkibar di Perbatasan

   

Gubernur dan Rombongan tiba di Kisar MBD

Ambon- Kisar. Hari ini Gubernur Maluku Karel Alberth Ralahalu beserta isteri dan rombongan tiba di Kisar dengan menggunakan pesawat milik POLRI. sesuai jadwal, rombongan akan tiba di Kisar tepat ;pukul 08.45 dan dijemput oleh penjabat Bupati MBD, Angky renyaan beserta ibu dan rombongan yang terdiri dari Ketua DPRD Kabupaten MBD serta seluruh jajaran Muspika MBD. "Rombongan datang disambut tarian Selamat datang yang di persembahkan pemuda-pemudi Kisar," demikian dijelaskan Penjabat Bupati MBD, Angky Renyaan kepada wartawan di kediamannya, kemarin 

Read more: Gubernur dan Rombongan tiba di Kisar MBD

   

Besok, Merah Putih Berkibar di Pulau Terluar Maluku

KISAR- Dipastikan besok, Selasa (17/8), bendera merah putih  akan dikibarkan secara sakral  di Pulau Kisar Ibukota Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Pengibaran lambang kebesaran NKRI ini, dilaksanakan dalam upacara HUT Proklamasi RI ke- 65 di Lapangan Pur-Pura dipimpin langsung oleh Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. Ikut dalam upacara ini, antara lain Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Sy. Hatta dan Kapolda Maluku Brigjen Polisi Totoy Herawan Indra.

Read more: Besok, Merah Putih Berkibar di Pulau Terluar Maluku

   

Peringatan HUT Proklamasi RI Berikan Dampak Ekonomi Produktif

AMBON-MBD : Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 65 yang ditandai dengan penancapan Bendera Merah Putih oleh Gubernur Maluku Karel Ralahalu di Kisar Kabupaten MBD, selasa 17 Agustus besok, diyakini  akan memberikan dampak pertumbuhan  ekonomi  yang baik bagi wilayah yang baru berusia setahun itu

“ Kami sangat bersukur atas terselenggaranya, pengibaran bendera di Kisar dalam berikan perkembagan kemajuan ekonomi. Apalagi MDB merupakan Kabupaten baru namun, telah dipercayakan untuk pelaksanaan kegiatan bertaraf Internasional,” ungkap Pejabat MDB Angki Renyaan kepada Wartawan di kediamannya, Minggu 15 Agustus.

 

Read more: Peringatan HUT Proklamasi RI Berikan Dampak Ekonomi Produktif

   

Testimonial

Semoga Sail Banda 2010 bisa menjalin  perdamain di bumi Maluku yang pernah terkoyak, dan semoga penyelenggaraan Sail Banda Sukses di lakasanakan seperti pelaksanaan Sail Bunaken, SUKSES SAIL BANDA 2010

Ochen

Tambahkan Testimonial

 

Supported By